Hasil Awal Pemilu di Haiti – Michel Martelly Menang

Michel Martelly

Michel Martelly

Pemusik flamboyan Michel Martelly menyisihkan mantan Ibu Negara Haiti Mirlande Manigat dalam pemilu presiden yang diselenggarakan bulan lau, demikian menurut hasil awal yang dipublikasikan pada hari Senin, 5 April 2011.

Martelly, 50, memenangkan 67.6% suara, sementara Manigat, 70, memenangkan 31.5% suara, demikian dikatakan Pierre Thibault, juru bicara Dewan Pemilu Haiti.

Setelah pengumuman itu, jalan-jalan di sekitar dewan pemilihan di Petionville diramaikan dengan pendukung Martelly yang dengan bersemangat meneriakkan “Tete Kale”, yang berarti kepala botak, salah satu dari banyak julukan Martelly.

Hasil awal pada awalnya diharapkan bakal diumumkan minggu lalu, tapi masalah penipuan memaksa dewan untuk menunda pengumuman sampai hari Senin ini. Hasil akhir dijadwalkan akan diumumkan pada tanggal 16 April 2011.

Martelly menamakan dirinya sediri sebagai penyanyi “Sweet Mickey”, yang kadang-kadang minum rum langsung dari botolnya dan merobek pakaiannya sendiri ketika tampil di panggung.

Walau demikian, ia menghilangkan citra buruknya di panggung ketika dia memutuskan untuk mengurus keluarganya dan mendidik anak-anaknya.

Pada bulan Desember awal, dewan pemilihan mengumumkan bahwa Manigat telah memenangkan pemilu, tapi tidak memiliki suara mayoritas yang dibutuhkan untuk kemenangan langsung. Hasil awal menempatkannya di sebuah posisi dengan calon yang didukung oleh pemerintah, Jude Celestin.

Kandidat ketiga, Martelly, mengklaim ia telah memenangkan suara lebih banyak dari Celestin dan meninjau kembali hasil-hasil oleh Organization of AMerican States yang mendukung kemenangan tersebut.

Pemilu yang diadakan pada tanggal 20 Maret 2011 lalu berlangsung dengan damai walaupun ada kekhawatiran bahwa mantan Presiden Jean-Bertrand Aristide, sebuah figur yang berpengaruh di Haiti, akan mengganggu hasil voting. Aristide tiba dua hari sebelum pemilu, tapi ia tidak menarik perhatian umum dan tidak mendukung kandidat manapun.

Jika hasil awal ini benar, maka Martelly akan mewarisi pekerjaan yang sarat dengan tantangan sebagai sebuah negara miskin yang berjuang untuk membangun kembali negerinya setelah bencana gempa bumi tahun lalu dan epidemi kolera.

Martelly mengatakan pada bulan Desember bahwa Haiti tidak akan berkembang kecuali rakyatnya memiliki presiden yang dapat dipercaya, presiden yang jujur.

Sumber: CNN.com

PrintFriendlyShare
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply