Dua belas orang tewas dan lebih dari 500 orang terluka di kota Taiz, Yaman, pada hari Senin karena terlibat dalam demonstrasi yang dilakukan oleh lebih dari 90 ribu orang di kota tersebut, demikian pernyataan dari rumah sakit setempat.
Setidaknya dua orang mati karena luka tembak di dada, kata tim dokter, yang juga mengatakan bahwa tembakan tersebut datang dari aparat keamanan pusat dan Garda Republik.
Protes yang serupa juga terjadi di kota Sanaa, Aden, Ibb, dan Hodeida pada hari Senin itu. Saksi mata melaporkan tembakan terjadi di Hodeida ketika tengah berlangsung aksi demonstrasi di Change Square.
Tim medis juga mengatakan bahwa korban tewas akibat demonstrasi yang berlangsung pada hari Minggu meningkat menjadi tiga orang tewas dan 1700 orang terluka. Mereka mengatakan bahwa korban-korban tersebut disebabkan oleh kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian.
Pada hari Minggu, Gubernur Taiz Hamoud al-Soufi membantah adanya pembunuhan oleh aparat keamanan dan mengatakan bahwa bentrokan tidak terjadi di lapangan kota, tetapi di jalan-jalan utama. Ketika polisi anti huru hara turun untuk mengosongkan jalan, para penyusup dan provokator melemparkan batu ke arah tentara, melukai delapan orang tentara, salah satunya luka berat, demikian menurut gubernur.
Pada hari yang sama, pembicara parlemen Yaman menolak rencana transisi dengan blok oposisi terbesar di negara itu. Hal ini menunjukkan kebuntuan dari diskusi rencana bagaimana Presiden Ali Abdullah Saleh harus menyerahkan kekuasaannya.
Demonstrasi yang menuntut diusirnya Saleh semakin membesar dalam beberapa pekan terakhir setelah terjadinya revolusi di Mesir dan Tunisia.
Saleh telah menawarkan untuk mengundurkan diri pada akhir tahun ini, setelah reformasi konstitusi dan pemilu baru. Blok Partai Gabungan menuntut pengusiran Saleh dengan segera, dan pada hari Sabtu telah dikeluarkan rencana untuk menyerahkan seluruh kekuasaan kepada Wakil Presiden Abdu Rabu Mansour Hadi.
Setelah kekuasaan diserahkan kepada Hadi, dia harus segera mengganti struktur aparat keamanan, termasuk Garda Republik, dengan cara yang adil dan sesuai dengan konstitusi Yaman.
Blok ini juga menginginkan Hadi, sebagai seorang presiden, untuk membentuk sebuah dewan yang terfokus pada transparansi militer, dan sebuah dewan transisi nasional yang akan mewakili semua faksi di negara itu dan sebuah komite untuk mengawasi pemilihan umum yang baru dan untuk menegaskan hak protes damai dan menyelidiki tuduhan kebrutalan yang dilakukan terhadap demonstrasi oposisi.
Ketua parlemen Yahya al-Raee yang juga merupakan pejabat senior dari partai yang berkuasa, menolak rencana blok ini.
Di Taiz, saksi mata mengatakan bahwa polisi keamanan dibantu oleh polisi anti huru hara bergerak sebelum fajar pada hari Minggu untuk membubarkan demonstran yang berkumpul pada hari Sabtu. Menurut saksi mata, beberapa pengunjuk rasa dipukuli dan ketika ada orang yang mau membantu mereka, polisi menembakkan gas air mata.
Di lain pihak, di Tahrir Square, juga di Sanaa, para demonstran yang memihak presiden berdemonstrasi untuk menunjukkan dukungannya pada Saleh.
Presiden telah mengatakan bahwa ia menerima tuntutan oposisi untuk reformasi konstitusi dan akan mengadakan pemilihan parlemen pada akhir tahun.
Tapi minggu lalu Saleh mengatakan bahwa dia tidak akan menawarkan konsesi lagi. Dia menggambarkan oposisi sebagai aliansi melawan kaum mayoritas di negara itu.
Sumber: CNN.com

April 4th, 2011
Smokie
Posted in
Tags: 

