Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh dan seorang jenderal besar militer sedang berunding tentang perpindahan kekuasan yang damai, yang akan mengizinkan Saleh untuk tetap berkuasa hingga akhir tahun. Demikian dilaporkan oleh seorang pejabat Yaman dan seorang pejabat senior Amerika Serikat pada hari Senin, 21 Maret 2011.
Perundingan ini muncul setelah berkurangnya dukungan terhadap Saleh yang sudah berkuasa selama 32 tahun, dan juga adanya protes anti pemerintahan selama berminggu-minggu.
Tiga jenderal utama yang menyatakan dukungannya akan protes anti Saleh antara lain adalah Mayjen Ali Mohsen Al-Ahmar, yang juga kini tengah mendiskusikan perpindahan kekuasaan dengan Saleh.
Al-Ahmar merupakan anggota suku yang dukungannya penting bagi Saleh mengatakan bahwa dia akan memerintahkan pasukannya untuk melindungi warga sipil yang sedang berdemonstrasi melawan presiden.
Sekelompok pejabat lainnya juga memberikan dukungannya bagi para oposisi pada hari Senin. Di antaranya adalah duta besar Yaman untuk Inggris dan seluruh staf diplomatiknya, dan juga duta besar Yaman untuk Uni eropa, Mohamed Jaffer. Mereka tidak mengundurkan diri, namun tetap mendukung para demonstran.
Lusinan duta besar dan pejabat lainnya juga menyatakan dukungannya bagi revolusi damai. Di antara mereka adalah gubernur provinsi, anggota parlemen, dan partai pemerintahan, pejabat di kantor perdana menteri, dan juga para diplomat.
Duta besar Yaman untuk PBB, yang mengundurkan diri pada hari Minggu mengatakan bahwa Saleh harus mengundurkan diri secara terhormat untuk kebaikan negaranya.
Menurut seorang pejabat Yaman yang mengkonfirmasi adanya pembicaraan antara Saleh dengan seorang jenderal, presiden telah secara resmi menerima lima poin yang dituntut oleh kelompok oposisi dan kini tengah menunggu jawaban dari oposisi dan jenderal yang memihak oposisi.
Lima poin tersebut adalah:
- Saleh akan turun pada akhir tahun.
- Warga Yaman berhak untuk berdemonstrasi tanpa takut akan diinterupsi oleh kekerasan.
- Dibentuknya tim khusus untuk menyelidiki penyerangan terhadap demonstran.
- Keluarga dari seluruh demonstran yang terbunuh atau terluka akan diberikan kompensasi oleh negara.
- Pemerintah akan melaksanakan reformasi konstitusional dan elektoral, termasuk dikeluarkannya anggota keluarga Saleh dari militer.
“Tujuan utamanya adalah transisi kekuasaan yang damai dengan batas waktu yang jelas yang akan ditetapkan kemudian,” demikian ungkap pejabat Yaman tersebut.
Seorang pejabat Amerika Serikat mengatakan bahwa Saleh kini telah kehilangan dukungan secara politis dan militer. Ia berjanji tidak akan mencalonkan diri kembali di pemilu berikutnya, dan juga bersumpah untuk menyelesaikan sistem konstitusi yang baru pada akhir tahun ini dan melakukan transisi pemerintahan kepada sistem parlemen baru yang terpilih.
Sumber: CNN.com

March 23rd, 2011
Smokie 
Posted in
Tags: 

