Mantan Presiden Israel Dipenjara karena Kasus Pemerkosaan

Moshe Katsav, mantan presiden Israel ditangkap di Tel Aviv atas tuduhan pemerkosaan.


Tel Aviv, Israel – Sebuah pengadilan Israel menjatuhkan hukuman penjara selama tujuh tahun lamanya kepada mantan Presiden Israel Moshe Katsav pada Selasa, 22 Maret 2011 atas pemerkosaan yang dilakukannya. Pengadilan menolak permintaan pengacaranya untuk keringanan hukman. Hal ini membuatnya pejabat Israel tertinggi yang pernah masuk ke penjara.

Mantan presiden Katsav mulai menangis dan berteriak pada hakim: “Kau membuat kesalahan itu adalah dusta. Perempuan-perempuan itu tahu bahwa ini adalah dusta!”

Pada bulan Desember, Mahkamah daerah Tel Aviv mendapat laporan bahwa Katsav, 65, bersalah karena telah memperkosa seorang mantan karyawannya dan melakukan pelecehan seksual terhadap dua wanita lainnya yang pernah bekerja padanya. Ia juga dihukum karena melakukan tindak tidak senonoh dan menghalang-halangi proses penyelidikan.

Dalam hukum, pengadilan mengatakan bahwa walau Katsav memiliki catatan tentang pelayanan publik pemerintahan, ini tidak akan membuatnya mendapatkan keringanan. Jadi posisi yang diraihnya dulu sama sekali tidak ada hubungannya dalam proses pengadilan.

Mantan presiden, yang mengundurkan diri akibat tekanan publik dua minggu sebelum masa jabatan berakhir pada tahun 2007 ini, pergi ke pengadilan setelah menolak tawaran perundingan yang dapat membuatnya lolos dari penjara.

Kasus ini bermula lima tahun yang lalu ketika dia mengeluh bahwa karyawan perempuannya berusaha memeras dia. Karyawannya tersebut akan melapor kepada polisi polisi tentang sebuah cerita fitnah, dan wanita lainnya juga melakukan laporan yang serupa, yaitu pelecehan seksual dan pemerkosaan.

Meskipun skandal tersebut telah memaksa Katsav untuk pensiun lebih dini, namun aib tersebut memberikan sedikit dampak terhadap pemerintahan Israel saat ini.

Tetapi tuduhan terhadap Katsav yang merupakan kelahiran Iran, menyebabkan kepopularan dirinya yang berasal dari timur tengah sirna. Padahal selama ini anggota elit pemerintahan Israel selalu dari keturunan Eropa.

PrintFriendlyShare
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply