
Para demonstran membawa foto presiden Suriah, Bashar al-Assad dan ayahnya, Hafez al-Assad(kiri) di Damascus 18 Maret 2011.
Damaskus, Suriah – Sebanyak tiga demonstran di kota selatan Deraa tewas dalam bentrokan kekerasan pertama yang menerjang Suriah. Pihak pasukan keamanan Suriah diduga menjadi oknum yang bertanggung jawab dalam kejadian ini.
Ini merupakan bentrok kekerasan pertama yang terjadi di Suriah sejak banyak pemberontakan melanda dunia Arab.
Para demonstran berunjuk rasa dalam protes damai dalam menuntut kebebasan politik dan mengakhiri korupsi di Suriah, yang selama ini menjadi naungan dari Presiden Bashar al-Assad Partai Baath selama hampir setengah abad.
Hussam Abdel Wali Ayyash, Akram Jawabreh dan Ayhem al-Hariri adalah beberapa orang di antara beribu-ribu demonstran yang meneriakkan “Allah, Suriah, Kebebasan” dan membawa slogan menuduh keluarga presiden korupsi, menurut keterangan dari warga setempat.
Mereka ditembak mati oleh aparat keamanan yang diperkuat dengan pasukan helikopter. Banyak demonstran lain juga yang mengalami luka-luka.
“Konfrontasi ini sedang marak berlangsung. Mereka sangat kejam,” kata warga setempat kepada Reuters.
Sebuah video ditayangkan di Facebook menggambarkan demonstran di Deraa meneriakkan slogan-slogan di awal hari melawan taipan Suriah Rami Makhlouf, sepupu Assad yang memiliki beberapa perusahaan besar.
“Makhlouf kau pencuri!” teriak puluhan demonstran berbaris di jalan-jalan.
Para hirarki yang telah berkuasa di Suriah awalnya merasa kebal dari pemberontakan-pemberontakan seperti yang beberapa waktu lalu telah menggulingkan pemimpin diktator di Mesir dan Tunisia, tapi protes yang awalnya tanpa menggunakan kekerasan minggu ini menantang kekuasaan mereka untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun ini.
Pada hari Rabu para pasukan keamanan dengan menggunakan tongkat pentungan, mencoba untuk membebaskan para tahanan politik yang disandera lebih dari 150 demonstran di pusat Damaskus. Kejadian ini terjadi di luar dari gedung Kementerian Dalam Negeri.
Assad, yang menggantikan ayahnya 11 tahun lalu, juga merupakan ketua partai Baath, yang telah berkuasa sejak 1963, melarang oposisi dan menerapkan hukum darurat yang masih berlaku.
Dia mengatakan dalam sebuah wawancara yang pada bulan Januari silam bahwa pihak pemerintah Suriah “sangat berhubungan erat dengan kepercayaan rakyat” dan bahwa tidak ada ketidakpuasan massa terhadap negara.
New York Human Rights Watch telah mengatakan bahwa pihak berwenang Suriah sudah berada di antara pelanggar terburuk HAM pada tahun 2010, memenjarakan para pengacara, menyiksa lawan dan menggunakan kekerasan untuk menindas suku Kurdi.
Ayah Bashar, Hafez al-Assad yang merupakan presiden sebelumnya, mengirim pasukan ke kota Hama pada tahun 1982 untuk menghabisi para Muslim Brotherhood yang bersenjata. Sekitar 30.000 orang tewas bangunan tua di kota itu rata dengan tanah.
Berikut merupakan video yang beredar mengenai demonstrasi di Damaskus, Suriah:
Disadur dari msnbc.com

March 19th, 2011
Porink
Posted in
Tags: 

