Revolusi Yaman Mengoncang Kepimpinan Politik Negara

SANAA – Puluhan ribu massa memenuhi alun-alun Ibu Kota Yaman, Sanaa. Mereka bersiap untuk melakukan protes anti-pemerintah yang menuntut turunnya penguasa negara yang sudah bercokol selama 32 tahun.

Ratusan polisi turut mempersiapkan diri untuk menjaga jalannya aksi protes yang dilakukan usai salat Jumat tersebut. Tampak pihak keamanan membangun barikade di komplek Istana Presiden Ali Abdullah Saleh.

Seperti dikutip Associated Press, Jumat (18/3/2011), selain itu, penjagaan ketat juga jelas terlihat di kantor kementerian dan markas partai yang berkuasa di Yaman saat ini.

Selama lebih dari satu bulan terakhir pengunjuk membangun tenda di sekitar Ibukota Sanaa. Mereka terinspirasi gejolak yang terjadi di Tunisia dan Mesir, yang mampu membuat perubahan pada pemerintahan mereka.

Pemerintah Yaman bukan tanpa reaksi dalam menghalau aksi protes ini. Mereka menggunakan amunisi organik, gas air mata, kayu bahkan pisau dan batu untuk membubarkan aksi protes.

Tetapi meski mendapat perlakukan buruk, para pengunjuk rasa mengatakan mereka tidak akan membubarkan diri hingga Presiden Saleh mundur dari jabatannya.

Sumber: Fajar Nugraha

PrintFriendlyShare
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply