16-20 Februari 2011
Pada tanggal 16 Februari 2011, bentrokan antara demonstran anti-pemerintah dan pasukan keamanan dimulai di Benghazi, Libya yang merupakan kota terbesar keduanya. Seiring kekerasan menyebar ke kota-kota lain, pasukan oposisi mengambil alih kontrol bagian timur Libya, termasuk Benghazi.
Sebuah kelompok hak asasi manusia mengatakan 10 orang tewas di al-Baida dan pasukan keamanan telah mengepung kota. Saksi melaporkan bahwa sebuah helikopter menembaki kerumunan orang di Benghazi dan tentara bentrok dengan pengunjuk rasa di pawai pemakaman.
Para pengunjuk rasa menggunakan mobil yang dipenuhi dengan bahan peledak dan sebuah tank dalam upaya untuk masuk ke sebuah markas militer di dekat Benghazi.
21-23 Februari 2011
Quryna, sebuah surat kabar pro-pemerintah, melaporkan bahwa tentara bayaran Afrika melepaskan tembakan ke arah warga sipil di Tajouraa.
Saksi di Tripoli mengatakan kepada CNN bahwa pesawat tempur dan helikopter sedang melakukan serangan udara di sekitar ibukota. Pemerintah Libya membantah bahwa pesawat itu digunakan untuk melawan pengunjuk rasa, melainkan menargetkan depot senjata di daerah terpencil.
Di Tobruk, kantor polisi dan bangunan lainnya telah dirampok oleh para separatis. Seorang pemimpin setempat mengatakan para anggota separatis tersebut mengancam untuk memotong ekspor minyak dari Libya timur.
24-25 Februari 2011
Pertempuran besar antara pasukan pendukung pemimpin Libya Moammar Gadhafi dan demonstran anti-pemerintah menyebar ke Zawiya, Tajura, Misrata dan berlanjut ke Tripoli.
Pasukan oposisi mengambil kendali Misrata pada tanggal 24 Februari 2011, demikian menurut saksi dan laporan media.
Dokter di sebuah rumah sakit di Zawiya mengatakan 17 orang-orang tewas dan 150 luka-luka dalam pertempuran di sana. Setelah sebelumnya surat kabar pro-pemerintah melaporkan bahwa tentara bayaran menembak pada warga sipil tidak bersenjata di Tajura, dekat Tripoli.
Di dalam ibukota, saksi mata mengatakan artileri dan penembak jitu digunakan dan pasukan keamanan menembakkan senjata dan gas air mata untuk membubarkan orang banyak.
26-28 Februari 2011
Setelah mengambil alih Zawiya, pasukan anti pemerintah dipukul mundur oleh pasukan Gadhafi, menurut seorang pemimpin oposisi. Seorang pejabat di rezim Gadhafi membantah bahwa pasukan pemerintah menyerang kota.
Sebuah jet militer membom sebuah pangkalan militer dekat Ajdabiya, sebuah kubu oposisi, menurut laporan, seorang saksi mengatakan bahwa pasukan oposisi menghalangi serangan terhadap sebuah stasiun radio ke Misrata.
Anti-pasukan pemerintah mengambil alih kota Nalut, dekat perbatasan Tunisia, namun Pasukan Libya yang setia kepada Gadhafi kembali mengambil alih dalam hitungan hari.
1-3 Maret 2011
Pihak militer Libya meningkatkan upaya untuk merebut kembali daerah yang direbut oleh pemberontak. Pesawat tempur Libya menjatuhkan bom di dekat alBrega Ajdabiya dalam dua hari berturut-turut. Al-Brega memiliki tambang minyak yang penting dan tambang gas alam.
Tindak kekerasan yang terlukiskan menghantam Zawiya, demikian menurut seorang saksi yang mengatakan pasukan pro-pemerintah menyerang demonstran dengan mortir dan senapan mesin. Pejuang pro-Gadhafi juga berperang dengan pasukan oposisi di Ras Lanuf dan Misrata.
Pasukan anti pemerintah sukses dalam menjaga Zawiya dan Misrata, dan juga mengambil alih Ras Lanuf, sebuah kota minyak yang strategis.
Serangan udara juga menghantam sebuah depot senjata di Benghazi serta jalan utama yang menuju Ras Lanuf.
Televisi pemerintah mengatakan bahwa pasukan pemerintah telah memperoleh kendali atas Tobruk, namun saksi mata mengatakan bahwa tempat tersebut masih di bawah kendali pasukan oposisi. Pasukan Gadhafi tampak hanya memperoleh kendali atas kota Bin Jawad.
8-9 Maret 2011
Pasukan pemberontak menembakkan senapan anti serangan udara ketika pasukan udara Libya menyerang Ras Lanuf. Sebuah tanker penyimpanan minyak terkena tembakan dalam pertempuran ini, menandakan pertama kalinya infrastruktur minyak di negeri ini rusak oleh pertempuran.
Pasukan yang setia pada Gadhafi mengatakan bahwa mereka telah mengambil alih kembali kekuasaan di Zawiya, tapi pertempuran di sana masih terus berlangsung, demikian dilaporkan oleh para saksi mata dan juga dapat disaksikan melalui siaran video. Di dekat Zuwarah, saksi mata mengatakan bahwa situasi tegang, dengan adanya pendukung Gadhafi yang mengelilingi kota, tapi banyak kegiatan usaha yang tetap berjalan seperti biasa.
Kota-kota lain yang juga telah dikendalikan oleh pasukan oposisi, termasuk Nalut, Ajdabiya, dan Misrata, juga dilaporkan dalam keadaan tenang.
10-12 Maret 2011
Setelah bertempur selama seminggu, pasukan pemerintah mengambil alih kendali Zawiya dari tangan pasukan oposisi. Seorang reporter ITV mengatakan bahwa dokter-dokter menginformasikan sangat banyak warga sipil yang terluka maupun terbunuh dalam serangan ini. Pasukan pemerintah terus membombardir Ras Lanuf dengan roket, senjata artileri, dan tank. Keadaan pada waktu itu sangatlah kacau.
13-15 Maret 2011
Pasukan pro-Gadhafi mengambil kontrol al-Brega. Pemimpin oposisi mengkonfirmasikan hal ini namun mengatakan bahwa ini adalah sebuah rencana taktis. Beberapa waktu kemudian, masih tidak jelas siapa yang telah mengendalikan al-Brega.
Pasukan pemerintah melanjutkan penyerangan ke arah timur dan berhasil menyerang serta mengendalikan Ajdabiya dari tangan pasukan pemberontak.
Di Libya bagian barat, pasukan pro-Gadhafi yang memiliki tank dan persenjataan artileri berat bertempur dengan pasukan pemberontak di Zuwara selama berjam-jam sebelum berhasil mengambil alih kota tersebut.
18 Maret 2011
UN Security Council menyetujui adanya zona larangan terbang bagi Libya, dan juga mengizinkan penggunaan senjata untuk melindungi warga sipil. Pemerintah Libya menanggapi keputusan ini dengan mengadakan gencatan senjata darurat dengan pihak pemberontak.
Sumber: CNN.com

March 18th, 2011
Smokie 
Posted in
Tags: 


ya allah lindungilah umat islam di sluruh dunia
[Translate]