Tingkat radiasi kebocoran nuklir dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Fukushima, Jepang, kian meningkat. Perancis dan Amerika Serikat menganggap bahwa bencana nuklir ini telah mencapai tahap yang sangat berbahaya, dan merasa bahwa pihak Jepang tidak cukup serius dalam menanganinya. Sejauh ini, tindakan yang telah dilakukan pemerintah Jepang dapat dikatakan sebagai tindakan putus asa, antara lain dengan cara menyiramkan air langsung ke reaktor nuklir dari helikopter dan mobil anti huru hara kepolisian.
Kaisar Jepang sendiri tampak tidak yakin akan kemajuan kondisi krisis ini. Dalam sebuah siaran pers di televisi, Kaisar Akihito mengatakan bahwa rakyat Jepang harus tetap bersatu dan tabah dalam menghadapi bencana, dan berharap bahwa keadaan tidak akan bertambah parah.
Data resmi menyatakan bahwa korban tewas akibat gempa dan tsunami ada sebanyak 4,341 orang, belum termasuk 8,606 orang yang dinyatakan hilang. Ribuan orang pengungsi masih mengantri bantuan makanan di daerah-daerah terpencil di sekitar lokasi bencana.
Dari PLTN Fukushima Daiichi, dilaporkan bahwa sistem pendinginan di reaktor No. 4 telah rusak dan menyebabkan tingkat radiasi kembali meningkat sampai pada level yang membahayakan. Perkembangan terakhir ini mengindikasikan bahwa kondisi di Fukushima telah semakin memburuk. Apabila kondisi terus bertambah parah, maka dikhawatirkan peristiwa Chernobyl akan terulang lagi, atau bahkan lebih buruk.
Insiden Chernobyl merupakan sebuah insiden kebocoran radioaktif nuklir di Ukraina pada tanggal 26 April 1986, yang menyebabkan kematian langsung 57 orang dan 4,000 orang tewas karena kanker yang disebabkan oleh radiasi.
Kini, dunia hanya bisa menyaksikan apa yang akan terjadi dalam waktu 24 hingga 48 jam ke depan. Apabila pemerintah Jepang tidak dapat menangani krisis nuklir ini dengan baik, maka dampaknya akan dirasakan hingga beberapa dekade ke depan, di mana akan terdapat banyak korban yang tewas secara tidak langsung akibat terpapar oleh radiasi nuklir.
Sumber: ABCNews.com, CNN.com

March 17th, 2011
Smokie 
Posted in
Tags: 

