Mantan Presiden Hosni Mubarak Akan Diperiksa Terkait Kasus Korupsi

Mantan Presiden Mesir Hosni Mubarak, yang masih diyakini berada di kediamannya di Sharm el-Sheikh, akan dibawa ke Kairo minggu depan untuk dimintai keterangan dalam dugaan kasus korupsiyang ia lakukan selama masih berkuasa, kata Mustafa Bakri, mantan anggota parlemen.

Bakri, yang membawa kasus terhadap Mubarak dan pejabat lainnya, diberitahu mengenai perkembangan ini oleh kantor Jaksa Agung pada hari Kamis.

Jaksa Agung Maguid Abdel Mahmoud mengeluarkan perintah pembekuan aset milik Mubarak dan keluarganya pada hari Senin dan melarang mereka untuk pergi ke luar negeri.

Bakri, seorang anggota parlemen Mesir yang kehilangan kursinya setelah melaporkan kasus-kasus korupsi terhadap berbagai pejabat, memberikan dokumen yang menunjukkan keluarga Mubarak memiliki rekening bank rahasia yang jumlahnya lebih dari 200 juta pound Mesir ($147 juta), demikian dilaporkan oleh EgyNews.

“Saya mengirimkan dokumen-dokumen mengenai korupsi tersebut pada malam Minggu dan pada hari Senin pagi saya dipanggil oleh penuntut umum untuk diperiksa, dan ia meminta saya untuk bergegas ke kantornya.” Bakri mengatakan kepada CNN.

“Jaksa Agung sendiri yang memeriksa dokumen yang saya miliki dan kemudian mengeluarkan perintah untuk melarang Mubarak dan keluarganya dari bepergian dan menyita aset mereka.”

Mahmoud memerintahkan membekukan untuk properti milik Mubarak, istrinya Suzanne, kedua anaknya Alaa dan Gamal Mubarak, dan istri-istri mereka dan anak-anak mereka, EgyNews melaporkan. Penyitaan ini termasuk “harta bergerak, real estate, saham, obligasi dan berbagai aset keuangan.”

Mubarak, melalui pengacaranya menyatakan bahwa laporan dirinya memiliki kekayaan besar sebagai “fabrikasi dan rumor tak berdasar.”

Tapi Bakri mengatakan dokumen yang ia berikan kepada Mahmoud “adalah bukti kuat dan tak terbantah mengenai kekayaan yang dikumpulkan secara ilegal oleh Mubarak dan keluarganya.”

Mubarak mengundurkan diri 11 Februari setelah muncul protes sepanjang 18 hari terhadap rezim pemerintahannya.

Sementara itu, Perdana Menteri Mesir Ahmed Shafik telah menyampaikan pengunduran dirinya dan militer Mesir telah menunjuk mantan menteri transportasi Essam Sharaf untuk menggantikanya, demikian ditulis oleh halaman Facebook militer Mesir pada hari Kamis.

PrintFriendlyShare
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply